Langsung ke konten utama

PENGALAMAN PESANTREN MENULIS CERPEN DAN ESSAI

PENGALAMAN PESANTREN MENULIS CERPEN DAN ESSAI

      Menulis itu mudah. Itulah kalimat yang kusimpulkan setelah mengikuti kegiatan Pesantren Menulis Cerpen dan Essai yang diselenggarakan oleh Club Menulis IAIN Pontianak pada tanggal 20-21 Juni 2015.

          Pagi itu adalah hari Sabtu, Aku pergi ke IAIN dan menunggu di parkiran. Awalnya Aku tidak tahu tempat dimana dilaksanakan kegiatan tersebut. Yang Aku tahu hanya diselenggarakan di gedung Ekonomi Syariah IAIN. Aku menunggu di parkiran sekitar 20 menit dan berharap ada orang yang kukenal sebagai tempat bertanya dan mengobrol yang pada akhirnya tak kutemukan siapapun.

      Kuputuskan untuk menuju pos satpam di gerbang depan tempat masuk tadi. Aku menunjukkan kertas jadwal kegiatan tersebut. Pak satpam pun menjelaskan dan Aku ikuti arahannya. Langkah demi langkah yang dicampur aduk dengan keraguan, Aku pun sampai di tempat kegiatan tersebut. Aku langsung absen dengan kakak-kakak panitia di sana dan mereka menyuruhku masuk.

        Ketika masuk di ruangan tersebut terlihat hanya ada beberapa peserta di sana dan Aku tak mengenali siapapun. Aku duduk di kursi tengah paling kanan pada awalnya, dan pindah ke sampingnya tak lama kemudian.

       Akhirnya acarapun dibuka dengan beberapa perkenalan dari panitia serta pembina Club Menulis.

       Kegiatan berlangsung sedikit membosankan tapi materi yang disampaikan tidak bisa dibilang tidak ada apa-apanya, karena sungguh memotivasi kami para penulis cilik yang memunyai cita-cita menjadi penulis. Dalam kegiatan ini yang paling ditekankan adalah cara-cara serta tips dalam menyusun sebuah essai dan cerpen agar menjadi menarik dan menghibur pembacanya.

     Ada sesi dimana kami harus menulis sebuah cerpen, yang nantinya akan dibukukan dan dilaunching sendiri oleh Club Menulis.

   Lama-kelamaan Aku mulai akrab dengan para panitia. Aku mulai mengenal kak Farnindya, kak Nurhasanah, dan lain-lain. Awalnya Aku merasa canggung karena panitianya adalah anak-anak kuliahan semua, namun pada akhirnya Aku menganggap merekasebagai teman, bahkan kakak sendiri.

      Esok harinya sama seperti hari sebelumnya, yaitu penyampaian materi dari beberapa narasumber. Menjelang ashar, kami para peserta mengikuti launching buku yang isinya adalah cerpen dari yang kami buat kemarin. Judul bukunya adalah “Buda’ Pontianak”.

    Di akhir acara kami diberikan sebuah piagam dan disertai dengan kesan dan pesan dari kami pribadi. Aku menyampaikan kesan bahwa Aku akan mulai kembali mengisi blog ini agar lebih banyak artikel yang dibuat, dan pastinya menarik.

    Sebagai penutup peserta dan panitia berfoto bersama.

   Aku pulang dengan membawa bekal motivasi serta materi dalam menulis sebuah tulisan baik berbentuk essai maupun cerpen. Terima kasih banyak Club Menulis IAIN Pontianak. Buatlah kegiatan ini untuk tahun-tahun berikutnya. Semangat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKAN SEKEDAR FILM - REVIEW FILM ALANGKAH LUCUNYA (NEGERI INI)

Assalammu'alaikum wr.wb. Alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan oleh Allah swt. Nah, di sini saya akan berbagi sedikit review salah satu film Indonesia yaitu "Alangkah Lucunya (Negeri Ini)". Dalam penyusunannnya saya menggunakan urutan yang diajarkan di sekolah. Poster film Alangkah Lucunya (Negeri Ini) sumber : Wikipedia PENDAHULUAN Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya. Film ini menampilkan warna-warni karakter bangsa Indonesia. Dimulai dari problematika sosial dalam mencari pekerjaan yang akan mengakar ke masalah-masalah lainnya. Masalah-masalah tadi perlahan mulai mendapat jalan keluar. Namun banyak ditentang oleh berbagai pihak. Muluk (Reza Rahadian) menjadi sorot utama dalam film ini. Muluk merupakan seorang sarjana manajemen yang sedang mencari pekerjaan dan akhirnya terlibat dalam kehidupan para pencopet cilik dan dipimpin oleh Jarot (Tio Pakusadewo). EVALUASI Film diawali oleh usaha-usaha yang dilakukan oleh Muluk untuk mendapatkan ...

KARTINI 2016

Assalammu'alaikum        Apa kabar teman? Mudah-mudahan kita selalu dalam keadaan sehat wal 'afiat. Aamiin. Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang salah satu event/momen tahunan di SMA Negeri 1 Pontianak. Tahun 2016 ini, Kartinian dirayain agak terlambat. Kartini yang harusnya diperingatin setiap tanggal 21 April ini malah dirayain oleh sekolah saya pada tanggal 2 Mei. Memang sih kesannya sangat terlambat, tapi lebih baik diadakan daripada tidak sama sekali.        Kalian pasti bertanya-tanya kenapa bisa seperti itu. Jadi awalnya sekolah ngira bakal ada pembukaan O2SN di Smansa. Biasanya perayaan Kartini tuh ngambil hari sekolah dan jadinya ga belajar. Nah kalo bakal ada pembukaan O2SN, artinya sekolah akan libur juga pada hari itu. Sekolah ga mau kita libur 2 hari. Jadinya sekolah minta acara Kartiniannya diganti tanggal 2 Mei bertepatan juga dengan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional). But, ternyata pembukaan O2SN ga jadi di Smansa. ...

SMANSA PUNYE CERITE : KARTINI SMANSA 2015

Ibu kita Kartini... Putri Sejati... Putri Indonesia... Harum Namanya Ya itu lah sepenggal lirik lagu "Ibu Kita Kartini" yang diciptakan oleh W.R. Soepratman. Kartini adalah inspirasi kita semua, terutama kaum wanita di Indonesia. Beliau dengan semangat memperjuangkan emansipasi manusia. Sehingga, sekarang wanita Indonesia dapat hidup sederajat dan setara dengan kaum pria pada umumnya. Wanita boleh hidup seperti laki-laki, namun tidak boleh menjadi laki-laki :p Lalu, bagaimana dengan kemeriahan Kartini di SMANSA? Haha walaupun perayaannya cukup sederhana, tapi mudah-mudahan dapat menjadi suatu tolak ukur sampai dimana kita bisa melanjutkan emansipasi itu. Dengan terencana, bagaimanan seorang wanita berpartisipasi dalam sebuah wadah kehidupan yang penuh dengan isi yang berbeda. Jadi cerita nya nih, kami sudah membentuk kepanitiaan ini sejak beberapa minggu sebelum hari pelaksanaan. Dan MI-KHA-EL sendiri dipilih menjadi seksi acara. Kepanitaan itu diketua...