Langsung ke konten utama

PENGALAMAN BUKA PUASA BERSAMA : KELUARGA BESAR (Part 2)

       Buka puasa adalah momen yang sangat menyenangkan, terutama bersama keluarga tercinta. Makan bersama, shalat bersama, dan mengobrol bersama, itulah yang tidak lepas dari yang namanya buka puasa bersama keluarga.

       Nah, beberapa hari lalu Aku berbuka puasa bersama keluarga. Tempatnya di daerah seberang, yaitu ketika melewati tol 1 dan berada di simpang lampu merah, kita belok kanan. Pada saat itu hari hujan. Merupakan rahmat dan berkah bagi kami karena sudah sekitar satu minggu tidak hujan. 

       Sebelum menuju ke sana, keluarga kecil kami menghadiri undangan pernikahan dari tetangga yang bukan orang muslim. Pernikahannya dilangsungkan di salah satu hotel di jalan Gadjahmada. Ketika masuk ke tempat resepsi, di sekililing terlihat orang-orang bermata sipit. Di salah satu dinding ada kaca besar dan bisa melihat pemandangan sebagian kota Pontianak dari atas. Kami duduk sebentar di salah satu meja. Kami harus menahan godaan. Ya karena di sekliling kami kebanyakan orangnya sedang makan.
Sehabis dari sana kami segera menuju tempat berbuka puasa. Waktu itu kalau tidak salah menunjukkan pukul 17.00 WIB. 

       Sesampainya di tempat bukber, kami disambut oleh beberapa anggota keluarga. Aku keluar dari mobil dan sedikit bermain dengan hujan, karena bermain hujan itu asik. Saat masuk ke dalam rumahnya, segala sesuatu untuk berbuka sudah dipersiapkan. Rumah itu cukup luas dengan kursi di bagian kiri karena mungkin sudah digeser. lalu di bagian kanan ada jalan menuju garasi mobil. 

       Ibuku bercerita tentang "keponakan"ku yang tinggal di Jakarta namun umurnya sekitar 13 tahun dan sudah kelas 2 SMP. Ada juga keponakanku yang umurnya lebih muda yaitu setara dengan adikku. Ya, karena kami bertemu dulu masih kecil ketika sekarang bertemu seakan kami tidak saling mengenal. Aku merasa tidak pernah bertemu dengan kedua keponakanku itu. Hebatkan? Antara om dan keponakan hanya selisih beberapa tahun. Namun ini lah kenyataannya.

       Allahu akbar Allahu akbar! Adzan sudah dikumandangkan. Segera kami langsung berbuka karena menyegerakan berbuka adalah sunnah. Kami berbuka puasa di lantai (lesehan) Aku mengambil dua gelas es kopyor dan ditambah dengan makan beberapa butir kurma.

       Selanjutnya ta'jil-ta'jil tadi dipindahkan ke atas meja karena tempat tadi mau digunakan untuk tempat shalat Maghrib. 

       Setelah shalat kami langsung buru-buru pulang karena bapakku harus mengisi kultum di masjid dekat rumah kami, agar waktunya terkejar. Karena tidak bisa ikut makan besar, tuan rumah membungkuskan beberapa porsi bakso untuk dimakan di rumah. Saat pulang, langit masih meneteskan butiran-butiran airnya. 

SELESAI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KARTINI 2016

Assalammu'alaikum        Apa kabar teman? Mudah-mudahan kita selalu dalam keadaan sehat wal 'afiat. Aamiin. Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang salah satu event/momen tahunan di SMA Negeri 1 Pontianak. Tahun 2016 ini, Kartinian dirayain agak terlambat. Kartini yang harusnya diperingatin setiap tanggal 21 April ini malah dirayain oleh sekolah saya pada tanggal 2 Mei. Memang sih kesannya sangat terlambat, tapi lebih baik diadakan daripada tidak sama sekali.        Kalian pasti bertanya-tanya kenapa bisa seperti itu. Jadi awalnya sekolah ngira bakal ada pembukaan O2SN di Smansa. Biasanya perayaan Kartini tuh ngambil hari sekolah dan jadinya ga belajar. Nah kalo bakal ada pembukaan O2SN, artinya sekolah akan libur juga pada hari itu. Sekolah ga mau kita libur 2 hari. Jadinya sekolah minta acara Kartiniannya diganti tanggal 2 Mei bertepatan juga dengan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional). But, ternyata pembukaan O2SN ga jadi di Smansa. ...

SMANSA PUNYE CERITE : KARTINI SMANSA 2015

Ibu kita Kartini... Putri Sejati... Putri Indonesia... Harum Namanya Ya itu lah sepenggal lirik lagu "Ibu Kita Kartini" yang diciptakan oleh W.R. Soepratman. Kartini adalah inspirasi kita semua, terutama kaum wanita di Indonesia. Beliau dengan semangat memperjuangkan emansipasi manusia. Sehingga, sekarang wanita Indonesia dapat hidup sederajat dan setara dengan kaum pria pada umumnya. Wanita boleh hidup seperti laki-laki, namun tidak boleh menjadi laki-laki :p Lalu, bagaimana dengan kemeriahan Kartini di SMANSA? Haha walaupun perayaannya cukup sederhana, tapi mudah-mudahan dapat menjadi suatu tolak ukur sampai dimana kita bisa melanjutkan emansipasi itu. Dengan terencana, bagaimanan seorang wanita berpartisipasi dalam sebuah wadah kehidupan yang penuh dengan isi yang berbeda. Jadi cerita nya nih, kami sudah membentuk kepanitiaan ini sejak beberapa minggu sebelum hari pelaksanaan. Dan MI-KHA-EL sendiri dipilih menjadi seksi acara. Kepanitaan itu diketua...

MID

haduuhh, udh lwt 5 pelajaran mid semester. Tinggal 7 lagi nih. Semangaattt.. berikut ini tips bagi yang ingin belajar : 1. Berdo'a 2. Niat 3. Serius 4. Tenang dan Santai