Buka puasa adalah momen yang sangat menyenangkan, terutama bersama keluarga tercinta. Makan bersama, shalat bersama, dan mengobrol bersama, itulah yang tidak lepas dari yang namanya buka puasa bersama keluarga.
Nah, beberapa hari lalu Aku berbuka puasa bersama keluarga. Tempatnya di daerah seberang, yaitu ketika melewati tol 1 dan berada di simpang lampu merah, kita belok kanan. Pada saat itu hari hujan. Merupakan rahmat dan berkah bagi kami karena sudah sekitar satu minggu tidak hujan.
Sebelum menuju ke sana, keluarga kecil kami menghadiri undangan pernikahan dari tetangga yang bukan orang muslim. Pernikahannya dilangsungkan di salah satu hotel di jalan Gadjahmada. Ketika masuk ke tempat resepsi, di sekililing terlihat orang-orang bermata sipit. Di salah satu dinding ada kaca besar dan bisa melihat pemandangan sebagian kota Pontianak dari atas. Kami duduk sebentar di salah satu meja. Kami harus menahan godaan. Ya karena di sekliling kami kebanyakan orangnya sedang makan.
Sehabis dari sana kami segera menuju tempat berbuka puasa. Waktu itu kalau tidak salah menunjukkan pukul 17.00 WIB.
Sesampainya di tempat bukber, kami disambut oleh beberapa anggota keluarga. Aku keluar dari mobil dan sedikit bermain dengan hujan, karena bermain hujan itu asik. Saat masuk ke dalam rumahnya, segala sesuatu untuk berbuka sudah dipersiapkan. Rumah itu cukup luas dengan kursi di bagian kiri karena mungkin sudah digeser. lalu di bagian kanan ada jalan menuju garasi mobil.
Ibuku bercerita tentang "keponakan"ku yang tinggal di Jakarta namun umurnya sekitar 13 tahun dan sudah kelas 2 SMP. Ada juga keponakanku yang umurnya lebih muda yaitu setara dengan adikku. Ya, karena kami bertemu dulu masih kecil ketika sekarang bertemu seakan kami tidak saling mengenal. Aku merasa tidak pernah bertemu dengan kedua keponakanku itu. Hebatkan? Antara om dan keponakan hanya selisih beberapa tahun. Namun ini lah kenyataannya.
Allahu akbar Allahu akbar! Adzan sudah dikumandangkan. Segera kami langsung berbuka karena menyegerakan berbuka adalah sunnah. Kami berbuka puasa di lantai (lesehan) Aku mengambil dua gelas es kopyor dan ditambah dengan makan beberapa butir kurma.
Selanjutnya ta'jil-ta'jil tadi dipindahkan ke atas meja karena tempat tadi mau digunakan untuk tempat shalat Maghrib.
Setelah shalat kami langsung buru-buru pulang karena bapakku harus mengisi kultum di masjid dekat rumah kami, agar waktunya terkejar. Karena tidak bisa ikut makan besar, tuan rumah membungkuskan beberapa porsi bakso untuk dimakan di rumah. Saat pulang, langit masih meneteskan butiran-butiran airnya.
SELESAI
Komentar
Posting Komentar